> Xplain BloG
►Untuk tampilan Terbaik Gunakan Mozilla Firefox 10.0+ ►Jika anda menyukai Xplain blog,bergabunglah dengan Xplain blog on Facebook untuk mendapatkan update terbaru dari Xplain blog►Contact me! di email riadyazizir@gmail.com►►►►►►►►►►Terima kasih telah mengunjungi XPLAIN BLOG!!, :)►►►►►►►►►►

.:: Kumpulan Motivasi ::.

  • AMATILAH DIRI ANDA DAN BERTANGGUNGJAWABLAH
Keberhasilan yang diraih, atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri jauh ke dalam diri anda. Karena andalah yang menjalani semua ini. Bukan orang lain. Hanya saja, terlalu banyak orang tak mau memikul tanggung jawab itu.
Bagi mereka mempertanggungjawabkannya adalah beban. Padahal, tak seorang pemimpin pun tak merasakan kebebasan setelah berani mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Dan,
tanggung jawab tertinggi untuk mencapai kebebasan murni adalah bertanggung jawab atas diri sendiri.

Seorang bijak pernah menulis demikian: "Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu. / Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu. / Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu. / Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu. / Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu."
Di atas semua itu, amatilah diri anda. Hanya mereka yang mengenal dirinyalah yang akan mencapai ketenangan diri yang sesungguhnya.

  • BERUSAHALAH SEBAIK MUNGKIN, SETELAH ITU LEPASKAN
Lakukan segala sesuatunya dengan upaya terbaik anda. Yaitu, dengan sekuat tenaga, kecerdasan tinggi, dan sepenuh hati. Anda pun akan mampu menahan beban yang berat, memecahkan persoalan yang rumit dan menikmati kehidupan kerja anda. Namun, setelah itu pandanglah hasil kerja anda dari kejauhan.
Akuilah bahwa anda tak mungkin mengetahui semua hal. Oleh karenanya, anda tak memiliki kekuasaan untuk memastikan bahwa semua upaya anda akan berhasil. Tugas anda adalah berusaha sebaik mungkin. Itu saja.

Harapan terkadang menjadi beban. Itu bila anda beranggapan bahwa semua harapan yang setinggi langit itu harus terwujud. Anda tak berhak mengucapkan kata "harus". Sungguh berbeda antara menaruh harapan dengan memaksakan kehendak. Anda boleh berkemauan. Untuk itu anda harus berupaya. Namun, anda tak memiliki hak untuk memutuskan apakah kenyataan akan sesuai dengan harapan. Sekali lagi, berusahalah sebaik mungkin.


  • HANYA PEMIMPIN SEJATI BERTINDAK BAK PEMIMPIN SEJATI
Tak ada pemimpin yang tiba-tiba turun dari langit. Mereka semua harus melalui perjalanan hidup yang panjang dan berat. Mungkin anda tak bisa
melihat betapa deras keringat mereka bercucuran, atau betapa tegang otot mereka meregang. Karena mereka mampu mengubah semua itu menjadi kekuatan yang gilang gemilang. Anda tak perlu harus menjadi seorang pemimpin. Bukan anda yang memutuskannya. Namun, anda dapat bersikap, bertarung dan berjuang sebagaimana pemimpin sejati lakukan. Dan, memang itulah yang senantiasa mereka lakukan.

Singa yang tak pernah merasakan perihnya luka cakar dan patah kuku bukanlah raja rimba terhebat. Elang yang tak pernah menerjang topan badai dan menembus awan gelap bukanlah kaisar langit terkuat. Kayu terbaik didapat dari pohon yang tumbuh dalam tempaan hujan lebat dan panas terik. Pemimpin sejati ditemukan dalam situasi sulit dan kritis. Pertempuran hanya diperuntukkan bagi mereka yang berani. Pecundang yang lari dan bersembunyi tak pantas merayakan kemenangan.

  • TAHANLAH AMARAH ANDA
Mungkin anda beranggapan, marah itu perlu untuk melepaskan sumbat emosi. Atau, agar orang lain tahu apa yang tidak anda sukai. Atau, agar dada anda terasa lebih ringan. Sesungguhnya, nasehat para bijak itu sederhana; jangan sia-siakan energi anda dengan mengumbar kemarahan. Marah tak pernah memperkokoh diri anda. Marah justru melemahkan sendi dan tulang anda. Kesabaranlah yang memperkuat kepribadian anda. Kesabaran tak mengenal batas, karena itu bersabar adalah kekuatan.

Ada tiga alasan mengapa anda tak perlu marah. Pertama, marah membutakan pandangan. Anda tak bisa berpikir jernih dalam kemarahan. Kedua, marah mengundang musuh. Kerja sama dibangun di atas semangat bantu-membantu. Bukan, paksa-memaksa. Apalagi disertai kemarahan. Ketiga, marah berarti kelemahan. Anda kalah saat marah. Orang yang membuat anda marah, mengalahkan anda.


  • CIPTAKAN HUBUNGAN DENGAN ORANG-ORANG
Ketrampilan tehnis dan pengetahuan tentang pekerjaan belumlah cukup. Anda perlu mengenal orang-orang yang terlibat di dalamnya. Cepat atau lambat, anda akan membutuhkan bantuan mereka. Karena itu, jalinlah hubungan dengan orang-orang lain. Menciptakan hubungan bukan hanya dengan mengingat wajah, atau mengumpulkan kartu nama mereka. Anda harus menumbuhkan ikatan batin.
Anda harus hadir di sana memberikan sesuatu dari anda. Dan, sesuatu itu adalah bantuan anda; dukungan anda. Prinsip hubungan itu sangat sederhana: hubungan itu selalu imbal balik; saling memberi dan menerima; dan tolong menolong.

Atau, anda bisa menjadi matahari, yang tak membutuhkan apa-apa dari orang lain. Tak henti memancarkan sinarnya demi keberlangsungan kehidupan. Matahari tak melakukan transaksi. Namun, untuk itu anda harus berada jauh tinggi, melepaskan diri dari kepentingan sendiri, membebaskan diri dari perbedaan-perbedaan, dan yang terpenting mengisi diri penuh dengan cinta kasih. Bila demikian, maka pantaslah bila bumi yang mengitari matahari.


  • TIDAK PERNAH BERHENTI BELAJAR
Hidup ini adalah sekolah yang tak pernah usai. Jadi, jangan pernah berhenti belajar. Anda mungkin tak tahu apa yang akan terjadi esok. Itu berarti esok adalah waktu anda untuk mempelajari hal-hal baru. Dan sesungguhnya setiap saat selalu baru. Selalu ada hal baru untuk diserap dan diketahui. Anda bisa memutuskan untuk kembali ke bangku sekolah untuk mendapatkan gelar. Atau, mengikuti kursus-kursus singkat. Atau sekedar bertanya,dan membaca buku. Yang terpenting, bukalah diri anda. Jangan biarkan kepekaan anda lenyap. Anda tak pernah tua untuk menjadi baru.

Sepanjang jaman, burung Manyar membentuk sarangnya dengan arsitektur yang itu-itu saja. Sedangkan manusia mampu mendirikan bangunan di atas gunung, celah-celah lembah atau dasar laut. Sejak semula, buaya dan ular harus berjemur di bawah panas matahari untuk menghangatkan tubuhnya. Sedangkan manusia menciptakan pendingin dan penghangat untuk menyamankan dirinya. Beda dari semua itu adalah kemampuan belajar yang luar biasa yang kita miliki.
Percayalah, anda takkan pernah kehabisan menemukan hal baru dari alam ini. Apa yang manusia temukan selama ini hanya setitik tinta dari samudra ilmu luas.

  • PENGALAMAN KITA SAMA BANYAKNYA
Pengalaman teman kami ini membuat lidah kami berdecak. Ketika kami berkunjung ke kotanya, ia bercerita bahwa ketika kanak-kanak ia pernah bersepeda puluhan kilometer membelah sawah, kebun tebu dan hutan kecil yang sekarang menjadi lahan perumahan megah.
Ia pun bercerita tentang kegiatan masa kecilnya, seperti mengeringkan daun, mengawetkan belalang dan kupu-kupu, membuat rumah burung, menyusun kliping, dan tak lupa membolos.
Ketika remaja, pernah menjadi kenek truk hingga ke seberang pulau, membaca banyak buku dan sastra, bahkan sempat mencuri buku yang diidamkannya dari perpustakaan sekolah, menulis beberapa cerita dan puisi, takut berlatih silat meski banyak temannya adalah pendekar. Pernah juga berteman dengan pelukis, memainkan Bach, menjadi offisial atlet cacat, memunguti ikan yang tercecer saat musim pemindahan ikan di tambak rakyat tiba, dan semua pengalaman lain yang sangat menarik disimak.

"Pengalaman anda kaya sekali," ujar kami. "Tidak!" tukasnya. Sambil menatap keheranan ia melanjutkan, "Jangan salah sangka. Semua orang memiliki pengalaman yang sama kayanya. Hanya saja tidak semua orang mampu menghargai dan mengambil pelajaran darinya. Bila kau benar-benar terserap dalam setiap garis pengalaman hidupmu, kau akan sadari tiada satu pun yang sia-sia dalam hidup ini. Hidup ini terlalu cantik untuk diacuhkan. Bila kau merasa hidupmu hampa, itu karena kau tak menghargainya."


  • MENGAPA HARUS MEMILIKI?
Di manakah kita bisa temukan keindahan hidup? Di sebuah sudut alun-alun kota ini, sepasang suami istri pedagang kaki lima meringkuk dalam tenda dikelilingi oleh beberapa anaknya. Hujan deras turun sejak petang. Penganan yang dipajang sudah dingin dari tadi. Tapi mereka tetap saling bercanda sambil membiarkan suara radio kecil meramaikan suasana dengan sedikit gemerisik. Kau pasti rugi, pak? "Ya, tidak apa-apa, semoga besok cuaca terang," demikian jawabnya. "Kami ini pedagang kecil, mas. Tak punya apa-apa. Jadi kalau toh rugi, kami tak kehilangan apa-apa. Orang yang takut kehilangan biasanya mereka yang merasa memiliki apa yang diusahakannya. Padahal, siapa yang bisa menjamin malam ini tidak hujan? Betapa hebatnya pemilik hujan itu sehingga bisa membuat warung kami tak ada pengunjung? Bahkan kami sendiri tidak kuasa atas perniagaan ini."

Ah, betapa sederhananya. Bila kita mengaku berkuasa atas apa yang kita "miliki", kita tercebur dalam lautan ilusi yang menenggelamkan saat apa yang kita "miliki" hanyut terdera ombak. "Memiliki" adalah rantai besi yang mengikat kita pada batu karang dasar laut. Menyadari ketidakkuasaan diri di hadapan semesta raya adalah kunci pembuka rantai itu.

  • JANGAN HABISKAN WAKTU UNTUK MENGKRITIK
Anda akan memiliki lebih banyak "waktu" dengan tidak mengkritik. Setiap orang memahami sesuai prasangkanya. Setiap orang berhak mempertahankan pendiriannya. Jadi untuk apa anda menyusahkan diri dengan mengkritik apa yang terjadi pada orang lain. Anda takkan mampu memahami semua hal. Anda mungkin tidak melihat apa yang dilihat orang lain. Keterbatasan pikiran dan prasangkalah yang membuat anda takabur sehingga seolah-olah melihat apa yang tak dilihat orang lain.

Bila perahu anda bocor di tengah lautan. Kritik pada si pembuat perahu tak akan menolong anda dari ketenggelaman. Anda harus menambal lubang, atau terjun ke air dan berenang. Ini menolong anda sendiri. Semua tindakan bagai simpanan yang akan anda tarik kelak. Dan seburuk-buruknya simpanan adalah kecaman. Sedangkan pertolongan selalu memberikan bunga yang terbaik.

  • BERKENAN MEMBERI
Mungkin tak seorang pun bersimpati pada kesulitan anda. Atau mau mendengar dan memperhatikan keluhan anda. Itu tak apa. Biarkan saja. Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri. Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingan egonya. Jadi mengapa anda harus kesal dan memasukkannya ke dalam hati? Hidup ini sederhana, bila kita tak selalu menuntut belas kasih dari orang lain. Hidup ini terasa manis, ketika kita bersedia menolong pada orang lain tanpa pamrih. Semakin banyak anda memberi, semakin ringan langkah anda jadinya.

Cobalah berdiri di depan jendela dan pandanglah keluar. Tanyakan pada diri anda, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini. Pasti ada alasan kuat anda hadir di sini. Tentu, bukan untuk merengek atau meminta sanjungan. Namun, demi sebuah kegunaan yang takkan sia-sia. Bahkan seekor cacing tanah pun menggeliat untuk menggemburkan sawah. Apalagi anda yang telah sempurna untuk seluruh tugas hidup anda. Namun, itu hanya terwujud bila anda berkenan memberi.
Sumber: ceriwis.us
Share This article
Share |
Share on Facebook

Postingan lainnya!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KOMENTAR:

0 comments tentang “.:: Kumpulan Motivasi ::.”

Post a Comment

No komentar? ga masalah! yang penting datang terus ke blog ini and baca juga artikel lainnya!
Terima kasih telah mengunjungi Xplain BloG

←   →
 

Copyright © 2010 by Xplain BloG

Anggota Xplain::Xplain BloG